Cara Menghitung HPP untuk UMKM Makanan (Dengan Contoh Sederhana)
Banyak usaha makanan rugi tanpa sadar karena HPP dihitung asal-asalan. Ini cara menghitungnya dengan benar, bahasa awam.
Andi Pratama
3 November 2026198 dibaca
Cerita saya: dua tahun jualan catering, rasanya ramai dan laku terus — tapi ko countung-countung di akhir bulan uangnya tidak ada? Setelah duduk serius menghitung, ternyata **Harga Pokok Penjualan (HPP) saya salah sejak awal**. Ini cara menghitungnya dengan benar, dengan bahasa awam.
Apa itu HPP?
HPP adalah seluruh biaya yang keluar untuk menghasilkan satu porsi produk. Bukan hanya bahan baku — tapi semua yang "habis" saat kamu memasak.
Langkah menghitung HPP
- **Catat semua bahan per resep.** Contoh nasi ayam geprek untuk 10 porsi: ayam 1 kg (Rp38.000), beras 2 kg (Rp26.000), sambal & bumbu (Rp15.000), minyak (Rp8.000), kemasan 10 pcs (Rp12.000).
- **Jumlahkan per resep.** Total = Rp99.000 untuk 10 porsi.
- **Bagi per porsi.** HPP = Rp99.000 ÷ 10 = **Rp9.900 per porsi**.
Kesalahan yang paling sering (dan pernah saya lakukan)
- Lupa menghitung **kemasan dan tisu** — bisa 8-10% dari harga!
- Tidak menghitung **gas LPG dan listrik** — masukkan sebagai estimasi per batch.
- Lupa bahan yang terbuang (ayam yang gagal goreng itu biaya nyata).
- Harga bahan tidak pernah diperbarui — cabai naik-turun drastis, hitung ulang tiap bulan.
Menentukan harga jual dari HPP
Rumus yang umum dipakai UMKM makanan: **harga jual = HPP × 2 sampai × 2,5**. Dengan HPP Rp9.900, harga jual yang sehat adalah Rp20.000–25.000. Kalau kompetitor jual Rp15.000, jangan ikutan menurunkan harga — pangkas HPP (negosiasi bahan, porsi lebih efisien), bukan profitnya.
Mulai dari mana?
Ambil kertas, pilih satu menu terlaris, hitung bahan per resep hari ini. Cukup satu menu dulu. Untuk hitung cepat persentase laba atau margin, [Kalkulator Persen](/tools/percentage-calculator) gratis di RuangKumpul bisa dipakai tanpa Excel.
Usaha yang sehat bukan yang ramai, tapi yang tahu angkanya sendiri. Selamat menghitung!