6 anggota
Komunitas pelaku UMKM Indonesia: berbagi pengalaman digitalisasi, pemasaran online, keuangan sederhana, dan cerita usaha nyata. Tanya apa saja, dijawab dengan pengalaman.
Semenkagu terakhir kita sering bahas harga. Supaya tidak berhenti jadi teori, mari kita praktik bersama: 1. Pilih SATU menu paling laris 2. Hitung HPP-nya (bahan + kemasan + gas/l + penyusutan) 3. Bandingkan dengan harga jual sekarang 4. Share di sini: HPP berapa, jual berapa, menurut kalian sehat atau tidak Yang jujur bilang "ternyata saya rugi tanpa sadar" itu PENTING — itu justru akan menyelamatkan banyak anggota lain. Mulai dari yang berani. 💪
Selamat siang para pelaku usaha. Saya penjual frozen food rumahan, sekarang masih 100% lewat WA + story Instagram. Tergoda daftar ke marketplace besar karena traffic-nya, tapi potongan biaya dan persaingan harga bikin ragu. Buat yang sudah mencoba keduanya: setelah semua biaya dipotong, dari mana margin kalian lebih sehat? Dan yang paling penting — pelanggan dari mana yang lebih loyal?
Baru sadar ternyata daftar NIB (Nomor Induk Berusaha) sekarang gampang banget, gratis, dan selesai dalam satu duduk. Ringkasan langkah yang saya lewati: 1. Siapkan KTP dan nomor HP aktif 2. Daftar akun di layanan OSS 3. Isi data usaha (nama, bidang, alamat) 4. NIB langsung terbit dalam bentuk PDF Yang paling sering bikin bingung: memilih KBLI. Untuk usaha makanan rumahan saya pakai KBLI 10792 (industri makanan olahan). Ada yang mau saya bantu jelaskan bagian tertentu? Tanya di komentar.